Air merupakan kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia dan kehidupan yang
lain dalam kehidupan sehari-hari. Air dalam tubuh manusia berkisar
50%-70% dari seluruh berat badan. Berdasarkan peraturan menteri
Kesehatan No: 416/Permenkes/Per/IX/1990, air harus memenuhi syarat
kualitas maupun kuantitas.
Apabila air secara kualitas tidak memenuhi
syarat kesehatan maka akan berakibat mengganggu kesehatan. Hasil
pengamatan dan pemantauan Direktorat Penyehatan Air. Departemen
Kesehatan Republik Indonesia menyatakan 78% Sumur gali, pada sumur gali
penduduk menunjukan coli tinja positif.
Dalam waktu 3 tahun terakhir ini
terjadi peningkatan jumlah kasus diare di desa Kriwen, Kecamatan
Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo. Kenyataan tersebut mendorong penulis
untuk meneliti hubungan jarak sumur gali dengan jamban keluarga yang
ada.
Tujuan penelitian ini adalah mengukur jarak antara sumur gali dan
jamban keluarga, mengetahui bakteri E.coli dalam air serta menganalisa.
Metodologi penelitian dengan metode diskriptif analitik yaitu :
menggambarkan kondisi dukuh Bangsri Gede, Jarak sumur gali dengan
jamban, untuk mengetahui adanya bakteri coli mempergunakan statistik
Korelasi Produk Moment.
Drai hasil penelitian diperoleh hasil :1)Dari 38
kepala keluarga yang memepunyai sumur gali dan jamban . Ynag tidak
memenuhi syarat 29 (76,63%), Ynag memenuhi syarat 9 (23,7%) pada bulan
April 2005. 2)
Dari uji statistik menunjukan bahwa ada hubungan antara
jarak terhadap kandungan E.coli dengan angka signifikan 0,000 (0,05) Ada
hubungan antara jarak sumur gali dan jamban keluarga dengan kulitas
air, semakin pendek jarak antara sumur gali dan jamban keluarga
berdasarkan hasil penelitian laboratorium terbukti lebih banyak bakteri
E.colinya melebihi standar (50/100ml air). Agar memperbaiki konstruksi
sumurnya dan khlorinasi air sumur. Pembuatan sumur baru minimal berjarak
11,5m dari jamban.
Kata Kunci: Jarak sumur gali dan jamban, kualitas air bakteriologi


20.08
Latip Sutiyana
0 komentar:
Posting Komentar